Pertama, imbauan agar para wartawan tidak mewawancara Fadli Zon soal fenomena yang saya tahu bakal bikin hati politisi ini panas, lalu segera menyemburkan komentar yang nyinyir.Namun, wartawan nampaknya ada yang nggak nurut sama imbauan saya. Alhasil, sekali lagi kita harus membaca komentar dari si fenomenal ini, tepatnya begini:
“Itu kalau ada 1.000 karangan bunga kali Rp 1 juta, itu sudah Rp 1 miliar. Kalau Rp 700 ribu, ya Rp 700 juta. Itu kan bisa ngasih makan orang-orang yang perlu dukungan, bisa buat beasiswa, bisa buat anak yatim, dan sebagainya, daripada dibuang-buang seperti itu.”
Kedua, tanggapan saya terhadap komentar aneh bin ajaib tersebut, tepatnya begini:
Masih tentang 1000-an lebih karangan bunga yang dikirim ke balaikota DKI Jakarta. Ada yang komentar kira-kira begini: “Daripada kirim karangan bunga yang nilainya bisa milyaran, mendingan dikasih untuk bakti sosial atau beasiswa.”
Hmmm…pernah dengar yang mirip-mirip pernyataan ini. Begini tepatnya: “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”
“Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.”
Benang merahnya adalah: orang yang komentar seperti di atas (dengan isi pernyataan yang mirip), biasanya tidak benar-benar serius dengan ucapannya. Jadi, ora usah digagas, ojok direken, anggap saja angpao, eh, angin lalu.
Jujur sampai hari ini saya masih agak bingung sama para wartawan. Kenapa sih pada usil dan ngerjain si FZ ini? (seterusnya kita tulis FZ saja ya, males sebut nama lengkapnya. Hahaha…). Memangnya tidak ada orang lain yang bisa ditanyai pendapat atau komentarnya?
Namun, memang seru sih kalau FZ ini sudah berkoar. Komentarnya terkadang pedas, nyinyir, songong, nggak jelas, dan tak jarang bikin kita semua gatal untuk segera menulis sesuatu. Yang lebih ekstrem mungkin ingin napukmulutnya atau memasang lakban supaya diam.
Saya jelas ragu dan cenderung tidak percaya kalau FZ benar-benar serius peduli sama orang tidak mampu, lewat usulan pemberian beasiswa atau bakti sosial. Biasanya orang yang berkomentar seperti itu hanya ada LIMA kemungkinan:
Pertama, ia membenci pelaku dan kelompoknya
Kedua, ia ingin terlihat baik dan peduli sama orang lain
Ketiga, ia iri karena nggak bisa melakukan yang sama
Keempat, ia sirik karena kemungkinan besar nggak dapatin hal yang sama
Kelima, ia nyaris mengalami kematian hati nurani, tak bisa membedakan antara kebaikan, kasih (cinta), dan pencitraan
Nah, buat Anda yang penasaran dengan tokoh yang saya maksud pada pernyataan kedua, tokoh yang dimaksud adalah Yudas Iskariot, yang dikenal sebagai pengkhianat dalam kelompok 12 rasul yang membantu pelayanan Yesus ketika di dunia. Silakan membacanya dalam kitab Injil, tepatnya Yohanes pasal 12 ayat 1-8, maka Anda bisa mengetahui konteks dari ucapan di atas.
Intinya, orang ini (Yudas Iskariot) tidak benar-benar peduli orang miskin, tetapi uangnya kalau disumbangin ke kas, ada kesempatan untuk menilepnya. Mana mungkin si pencuri uang kas bisa peduli sama orang miskin pada waktu bersamaan? Orang yang sama, akhirnya menjual Gurunya senilai 30 keping perak, lalu bunuh diri dengan cara menggantung dirinya.
Jadi, silakan terus nyinyir Om FZ! Yang jelas, kualitas kerja Ahok-Djarot lebih HEBAT daripada sampeyan! Rasa cinta, sayang, dan dukungan dari masyarakat yang diperoleh Ahok-Djarot SAYA YAKIN tidak akan pernah sampeyandapatkan. SAYA YAKIN!
By the way … kalau sekarang ada ribuan karangan bunga, saya sih berpesan agar nanti kita jangan kaget kalau ke depan akan ada aksi-aksi kreatif lainnya buat Ahok-Djarot, yang lahir dari hati yang penuh cinta dan kebanggaan terhadap pemimpinnya. Mungkin bisa berupa kaos, pin, flashmob bareng, atau malah aksi sosial bareng untuk warga Jakarta. Saya selalu percaya bahwa kreativitas akan lahir dan muncul dengan sangat mudah bagi orang-orang yang hatinya baik dan pikirannya waras.
Akhirnya, Om FZ jangan kaget ya, kalau sewaktu-waktu netizen dan masyarakat akan geram, lalu mengirim karangan bunga ke markas sampeyan, tetapi dengan ucapan nyinyir yang membuat Om FZ terdiam.
-> Eh, seru juga ya kalau beneran ada seperti ini. Siapa mau memulai?
Ayo terus sebarkan kebaikan dan ramaikan!
Biarkan saja Zonk kosong, nyaring bunyinya…nanti juga diam sendiri! #seword.com







0 comments:
Post a Comment